BAHAYA DIBALIK OBAT-OBATAN



Tidak sedikit dari kita menganggap obat-obatan yang dijual bebas hanyalah obat-obatan ringan namun ampuh mengatasi beberapa macam gangguan kesehatan secara instan. Ketika sakit kepala menghambat pekerjaan, Anda dengan mudah mengkonsumsi satu tablet anti sakit kepala. Sakit kepala hilang dalam sekejap, dan Anda melanjutkan aktifitas seperti biasa. Begitu sakit kepala timbul lagi, Anda akan dengan mudah mengkonsumsi tablet kedua. Berhati-hatilah dalam memilih dan mengkonsumsi obat-obatan yang dijual bebas. Obat-obatan ini memang tidak memerlukan resep dokter dan mudah didapatkan, namun bukan berarti ini adalah obat ringan yang tidak berefek samping. Berikut adalah kandungan zat yang memiliki efek samping dan banyak terkandung di dalam obat-obatan yang dijual bebas.

1. PARASETAMOL
Dipasaran, parasetamol yang mampu mengatasi demam dan pusing tersedia dalam bentuk tablet maupun sirup. Obat ini tergolong yang paling aman dibandingkan dengan obat pusing atau obat demam lainnya. Penggunaan parasetamol dalam dosis tinggi atau di atas 2 gram sehari dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan hati. Saran saya, jangan mengkonsumsi parasetamol secara rutin dan jangan mengkonsumsinya dalam dosis tinggi jika tidak dibutuhkan sekali. Minum banyak air putih dapat membantu neredakan sakit kepala.

2. BROMHEXINE HCI
Pengencer dahak pada batuk berdahak ini dapat memicu gangguan pencernaan ringan. Biasanya diindikasikan dengan timbulnya sakit perut, mual, hingga diare. Saran saya, hentikan pengkonsumsian Bromhexine HCI jika gangguan pencernaan mulai timbul. Minumlah obat ini setelah makan. Beralihlah ke obat batuk hitam herbal atau minumlah air rebusan kapulaga sebagao peluruh dahak.


3. GUAIFENESIN ATAU GLISERIL GUAIAKOLAT
Bahan ini berfungsi sebagai pengencer dahak sehingga dahak akan mudah dikeluarkan. Jika dikonsumsi dalam takaran berlebihan akan memicu terbentuknya batu ginjal. Saran saya, jangan pernah mengabaikan aturan pakai. Gunakan sesuai aturan.


4. CHLORPHENIRAMINE MALEAT (CTM)
Biasa digunakan untuk mengurangi gatal-gatal atau nyeri akibat alergi. Dapat menyebabkan rasa kantuk dan haus. Saran saya, beristirahatlah setelah mengkonsumsi obat ini. Jangan pernah berkendara selama masih mengkonsumsi CTM.


5. PSEUDOEPHEDRINE HCI
Kandungan Pseudoephedrine biasanya terdapat di dalam obat flu bersamaan dengan Paracetamol dan obat anti alergi seperti CTM atau Loratadine. Peran Pseudoephedrine adalah untuk meredakan hidung tersumbat. Efek samping yang ditimbulkan adalah tremor (gemetar), gejala sulit tidur, detak jantung tidak teratur, meningkatnya tekanan darah, hilang nafsu makan, dan mulut terasa kering. Namun efek samping perlahan akan hilanh ketika pemakaian obat dihentikan. Saran saya bila muncul efek samping yang tidak dapat ditoleransi, segera hentikan pemakaian dan minumlah banyak air putih.

6. PHENYLPROPANOLAMINE
Fungsi Phenilpropanolamine sama dengan Pseudoephedrine, yaitu untuk meredakan gejala hidung tersumbat akibat flu. Efek samping yang dapat muncul pun relatif sama dengan Pseudoephedrine. Lakukan tindakan yang sama dengan nomor 5 jika terjadi efek samping yang tidak dapat ditoleransi lagi.

7. ANTASIDA (ALUMUNIUM HIDROKSIDA DAN MAGNESIUM HIDROKSIDA)
Antasida digunakan dalam pengobatan sakit maag. Tersedia di pasaran dalam bentuk tablet dan cair. Antasida dapat mengakibatkan mual, diare, atau konstipasi. Efek samping tersebut akan meningkat seiring dengan meningkatnya dosis pemakaian. Saran saya, perbanyak konsumsi air putih saat meminum Antasida.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan mengenai efek samping obat adalah reaksi alergi. Pada pengguna yang hipersensitif pada kandungan bahan obat-obatan, dapat timbul reaksi alergi seperti ruam, kulit kemerahan, gatal, bengkak, detak jantung meningkat, serta sesak nafas. Jika terjadi demikian, segera hentikan pemakaian dan hubungi dokter.  
















 

3 komentar:

Guru saya juga pernah bilang kalau obat itu racun didalam nya terdapat virus atau bakteri saya juga gak ingat jelas hehe yang pasti virus dan bakteri itu gak selamanya merugikan masih ada banyak dari mereka yang menguntungkan bagi manusia :D
nice artikel gan :D

Rafi Jauhari said...

Kalau obat saja berbahaya, harus bagaimnana mengatasinya? -_-

Nama Gw Wega said...

Nice artikel gan, lumayan buat nambah nambah ilmu. hehhe

Random Post